July 13th, 2010

Foto: http://learners.in.th
Samarinda (ANTARA News) - Ada anggapan sebagian besar masyarakat bahwa Duyung (Dugon dugon) sudah punah di perairan selatan Kalimantan Timur, namun ternyata mamalia laut paling langka di Indonesia itu masih ada di Teluk Balikpapan.
“Saat ini duyung di Teluk Balikpapan dalam kondisi terancam. Ancaman utama adalah hilangnya padang lamun yang merupakan pakan utama duyung. Lamun menghilang karena sedimentasi dan polusi kimia,” kata peneliti kehidupan liar satwa langka itu di Teluk Balikpapan, Stanislav Lhota di Balikpapan, Selasa.
Pada tahun 1996 telah diusulkan bahwa dugong telah punah di Kalimantan. Tapi empat tahun kemudian, pada tahun 2000 ditemukan kembali oleh Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) di Teluk Balikpapan, di mana masih dapat dilihat sampai sekarang.
Ilmuwan dari Universitas Bohemia Republik Chehnya itu menjelaskan bahwa sering orang salah persepsi terhadap satwa langka itu sehingga disebut sebagai “ikan”. Padahal duyung adalah termasuk mamalia, yakni bernafas di udara dan induk menyusui anaknya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
July 13th, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menjadi tuan rumah konferensi internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 yang akan digelar di Bali, 19-23 Juli 2010. ATBC merupakan organisasi profesi terbesar dan tertua di dunia di bidang biologi dan pelestarian alam tropika.
“Hampir semua ahli bidang biologi tropika akan hadir,” ujar Dr Adi Basukriadi, Dekan Fakultas MIPA Universitas Indonesia yang juga Ketua Panitia Pengarah ATBC 2010. Menurutnya, ini merupakan konferensi biologi tropika terbesar yang digelar setiap tahun. Konferensi terbesar bidang biologi tropika tersebut total akan dihadiri sekitar 900 peserta dari 60 negara di dunia.
Ini merupakan konferensi tahunn kesepuluh yang digelar ATBC secara rutin. Kali ini, ATBC 2010 mengangkat tema “Tropical biodiversity: surviving the food, energy, and climate crisis”. Tema tersebut sesuai dengan kondisi saat ini karena keanekaragaman hayati sangat erat kaitannya dengan ketiga hal yang menjadi tantangan manusia saat ini dan di masa mendatang.
Beberapa pembicara inti antara lain Michael Donoghue, profesor dari Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi Universitas Yale, AS. Charlie Veron, mantan kepala Saintis Australian Intitute of Marine Sciences. Kathy MacKinnon, mantan Lead Biodiversity Specialist in the Environment Departement of World Bank. Frans Bongers, Presiden ATBC dan profesor ekologi hutan tropis dari Universitas Waginingen.
Dari Indonesia akan menjadi pembicara inti antara lain Profesor Umar Anggara Jenie, mantan Kepala LIPI yang akan berbicara soal bioetika. Selain itu, Daniel Murdiyarso, Ilmuwan Senior Center for International Forestry Research.
Dr Didi M Indrawan, Ketua ATBC-Asia Pacific yang juga Sekretaris Panitia ATBC 2010 mengatakan baru kali ini sambutan peserta konferensi sangat antusias. Bahkan, empat bulan sebelum pelaksanaan, tiket konferensi telah habis.
Sumber: Kompas
Posted in News | No Comments »
July 12th, 2010

Foto: http://www.uq.edu.au
KOMPAS.com - Tiga tahun terakhir ini Putu Suastawa rajin mendampingi penyelaman untuk riset ilmiah atau sekadar ekoturisme bawah laut di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Selama itu pula Putu belum pernah menjumpai terumbu karang memutih dan dia tak pernah berharap untuk melihatnya.
Akan tetapi, akhir-akhir ini ia mulai menjumpai pemutihan terumbu karang. Ini adalah tanda adanya kerusakan, bahkan mungkin menuju kematian hewan dari ordo Scleractinia ini.
“Pada bulan tiga (Maret) tahun ini saya mendampingi penyelam ahli karang dari Inggris. Waktu itu tidak ada pemutihan karang, tetapi dia mengatakan, akan terjadi pemutihan (bleaching). Dan, sekarang benar terjadi,” ujar Putu, anggota Polisi Kehutanan Taman Nasional Wakatobi, Rabu, 2 Juni lalu.
Putu mengatakan itu saat turut pada penyelaman bersama tim Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) di selat Pulau Wangi-wangi dan Kapota di Wakatobi. Tim Bakosurtanal dari Bidang Inventarisasi Sumber Daya Alam Laut sedang melanjutkan penyusunan pemetaan pulau-pulau kecil.
(more…)
Posted in News | No Comments »
July 9th, 2010

Foto: Antara
Kalianda, Lampung Selatan (ANTARA News) - Keberadaan terumbu karang di Perairan Kabupaten Lampung Selatan saat ini sangat minim akibat maraknya nelayan menggunakan bom ikan dan pukat harimau di perairan itu.
Pengawas keamanan kawasan wisata Tempat Hiburan Rakyat (THR) Pasir putih, Lampung Selatan, Idris Alamsyah, mengatakan, di kawasan kerjanya ada sekitar 20 kilometer selatan kota Bandarlampung, Jumat, penggunaan bom ikan dan pukat harimau ini terjadi beberapa tahun lalu hingga berdampak sampai sekarang ini.
Dia mengatakan, saat ini di tempat tersebut sudah tidak tampak keanekaragaman terumbu karang dengan berbagai warna, dan yang ada hanya terumbu karang biasa berwarna putih itupun jumlahnya terbatas yang berada di sekitar Pulau Condong.
Menurutnya, untuk saat ini aktivitas pengeboman ikan dan pukat hariamu oleh nelayan sudah jarang ditemukan, jika pun ada kemungkinan besar secara sembunyi-sembunyi terutama pada malam hari karena merupakan bentuk tindakan pelanggaran hukum.
“Minimnya terumbu karang tersebut juga berdampak pada minimnya keaneka ragaman biota laut,” tambahnya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
|
Latest Data Entry

Green, Alison L. ; Bellwood, David R.
IUCN, Global Marine Programme
Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7
Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
ISBN 978-2-8317-1169-0
Download
February 18th, 2010
Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).
January 9th, 2010
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.
December 15th, 2009
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008
November 6th, 2009
C HITIPEUW - 2003
Download
October 4th, 2009
Latest Data Entry

|