September 1st, 2010

Padang (ANTARA News) - Dana suaka margasatwa (World Wildlife Fund/WWF), satu lembaga konservasi yang mempunyai visi melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia, menargetkan untuk membantu pemerintah menetapkan 700 ribu hektar Kawasan Konservasi Laut baru yang dikelola dengan baik.
“Target tersebut bagian dari kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan WWF yang disepakati Senin (23/8), untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan sumber daya ikan,” kata Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi KKP, Soen`an H. Poernomo, dalam siaran persnya di Padang, Rabu.
Soen`an mengutip hal itu dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, M. Syamsul Maarif dan mengatakan WWF juga mendorong terjadinya reformasi pada sektor perikanan menuju praktek-praktek perikanan yang berkelanjutan, khususnya untuk perikanan tuna, kerapu, kakap dan udang budidaya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
August 25th, 2010
Oleh: Azhar, S.Hut
Yee atau engkot Yee sebutan dalam bahasa Aceh untuk penamaan ikan hiu. Salah satu jenis ikan yang paling ditakuti di lautan. Dikenal ganas dan buas seperti elang penguasa udara, gagah perkasa seperti harimau penguasa daratan. Namun selain ditakuti dikawasan perairan laut, hiu juga kini hidupnya kian terancam. Perburuan merupakan ancaman terbesar bagi ikan yang kian langka ini. Acap nelayan di Aceh menjadikan hiu sebagai mata pencaharian yang menjanjikan. Ini terbukti dimana nelayan-nelayan Aceh terkenal memburu ikan hiu hingga ke samudera luas, mendekati pulau Andaman, India.
Konon sangking getolnya memburu hiu, para nelayan Aceh kadang tertangkap di seberang batas pulau terluar Indonesia. Sering terdengar nelayan Aceh terdampar dan tertangkap di kepulauan Andaman, India, tentunya karena didapati memasuki wilayah teritorial negara lain. Adakah ini dapat dijadikan alasan bahwa Hiu di laut Aceh menjadi semakin langka akibat perburuan? Juga dapatkah diasumsikan sedemikian luasnya daya jelajah hiu yang teritorialnya lintas samudera? Dua pertanyaan ini menjadi menarik dan tentunya dapat dijadikan titik awal mencari tahu sebab-musabab semakin melangkanya ”Yee” di Perairan laut Aceh.
(more…)
Posted in News | No Comments »
August 19th, 2010

JAKARTA, Indonesia (AP) - Coral that survived the 2004 tsunami is now dying at one of the fastest rates ever recorded because of a dramatic rise in water temperatures off northwestern Indonesia, conservationists said, warning Wednesday that the threat extends to other reefs across Asia.
The Wildlife Conservation Society deployed marine biologists to Aceh province, on the tip of Sumatra island, in May when surface waters in the Andaman Sea peaked at 93 degrees Fahrenheit (34 degrees Celsius) - a 7 degree Fahrenheit (4 degree Celsius) rise over long-term averages.
The teams discovered massive bleaching, which occurs when algae living inside coral tissues are expelled. Subsequent surveys carried out together with Australia’s James Cook University and Indonesia’s Syiah Kuala University showed 80 percent of those corals have since died.
Though the scientists have yet to submit the data for publication in a peer-reviewed journal, they and others say the speed and extent of mortality appears to exceed that of other bleachings in recent history. The cause appears to be the warming seas, which to some degree can be blamed on global warming.
(more…)
Posted in News | No Comments »
August 18th, 2010

Bandarlampung (ANTARA News) - Habitat penyu di pantai pesisir Kabupaten Lampung Barat terancam punah dalam beberapa tahun mendatang akibat pembangunan yang tidak berbasis lingkungan.
“Penyu yang mendarat di pantai Lampung Barat merupakan habitat terbesar di dunia dan jumlah penyu yang mendarat di sana dari tahun ke tahun terus menurun,” kata Direktur LSM Mitra Bentala, Herza Yulianto, di Bandarlampung, Sabtu.
Dia menjelaskan , kondisi pesisir Lampung barat saat ini telah mengakibatkan penyu enggan mendarat di kawasan tersebut.
“Sejumlah `green belt` atau area hijau dari garis pantai hingga jarak 10 meter dari daratan banyak yang rusak, salah satu penyebabnya karena telah mengalami alihfungsi menjadi permukiman,” kata dia.
Jumlah habitat penyu, katanya, terus menurun, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Barat, belum memiliki data valid tentang jumlah terkini habitat itu.
(more…)
Posted in News | No Comments »
|
Latest Data Entry

Green, Alison L. ; Bellwood, David R.
IUCN, Global Marine Programme
Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7
Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
ISBN 978-2-8317-1169-0
Download
February 18th, 2010
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.
December 15th, 2009

Oleh: Alasdair Edwards dan Edgardo Gomez
Gefcoral.org dan Yayasan TERANGI
Download
December 6th, 2009

White,William T., 1977- .
Economically important sharks and rays of Indonesia = Hiu dan pari yang bernilai ekonomis penting di Indonesia.
Download
October 21st, 2009
C HITIPEUW - 2003
Download
October 4th, 2009
Our Partners

|