Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Sepertiga Jenis Karang Mengalami Resiko Kepunahan Akibat Perubahan Iklim dan Masalah Lokal

    Thursday, June 11th, 2009

    Sumber: www.terangi.or.id

    chengpow.wordpress.com

    Sepertiga jenis karang terancam punah disebabkan oleh perubahan iklim dan masalah lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari masuknya 845 karang yang berasosiasi dengan zooxanthella kedalam IUCN red list. Menurunnya populasi karang diduga disebabkan oleh pemutihan karang dan kenaikan suhu permukaan laut.

    Terumbu karang memiliki peranan penting bagi keanekaragaman organisme laut. Ekosistem terumbu karang memiliki nilai estetika, rekreasi, dan sumber daya. Tetapi, pemantauan jangka panjang terhadap lingkungan tersebut masih kurang sehingga peningkatan ancaman terjadi pada skala lokal dan global. Masalah secara global terjadi akibat semakin meningkatnya kandungan karbon dioksida dan efek rumah kaca pada atmosfer dan mendorong naiknya suhu permukaan laut (yang diduga juga menyebabkan pemutihan dan kematian karang) serta meningkatkan derajat keasaman air laut. Air laut yang semakin asam akan membuat ion karbonat berkurang sehingga menurunkan kemampuan karang untuk membangun kerangka.

    Masalah lokal dapat disebabkan oleh ulah manusia seperti pengembangan pesisir pantai, sedimentasi dan limbah dari daratan berupa nutrien serta eutrofikasi bahan kimia dari hasil pertanian, penambangan karang dan penangkapan ikan yang (more…)

    Terumbu Karang Indonesia Telah Rusak 30 Persen

    Tuesday, May 5th, 2009

    Kapanlagi.com - Kerusakan terumbu karang laut di Indonesia hingga saat ini mencapai 30% dari luas sekitar 60.000 kilometer, kata peneliti lingkungan Prof Asikin Jamali di Jakarta, Senin (04/05).

    “Kerusakan terumbu karang tersebut akibat penggunaan racun potasium, penangkapan ikan dengan bahan peledak serta pengambilan karang untuk bahan bangunan,” katanya yang dihubungi melalui telepon.

    Asikin yang aktif di Pusat Penelitian Oseanografi itu, berharap melalui Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) yang akan digelar di Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada 11-15 Mei 2009, kerusakan terumbu karang mendapat perhatian serius dari semua delegasi.

    “Kerusakan terumbu karang di Indonesia bukan saja masalah kita, namun ini juga berpengaruh terhadap perairan laut dunia,” ucapnya.

    Ia mengatakan, keberadaan terumbu karang sangat bermanfaat bagi biota laut, sebab fotosintesis yang dihasilkan mampu memberikan oksigen bagi kehidupan lingkungan habitat itu.

    Menurutnya penanaman terumbu karang buatan salah satu upaya untuk menjaga ekosistem laut. “Upaya pelestarian laut yang dilakukan masyarakat pesisir telah dilakukan di sejumlah perairan Indonesia. Untuk keberlanjutannya sudah tentu harus mendapat dukungan dana yang memadai,” katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Maarif mengatakan ada janji dari berbagai pihak untuk memberikan dana untuk CTI (Coral Triangle Initiative), lebih dari US$300 juta. (kpl/bar)

    Kematian karang besar-besaran paska gempa bumi tahun 2005

    Monday, October 20th, 2008

    Pada akhir Maret 2007 Wildlife Conservation Society - Indonesia Program (WCS-IP) dan Australian Research Council Centre of Excellence for Coral Reef Studies (ARCCoERS) melaksanakan survei untuk mengkaji terumbu karang di Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak. Daerah ini terkena dampak tsunami  Desember 2004 dan gempa Maret 2005 yang cukup parah.

    examines-uplited-corals.jpg

    Survei meliputi 35 lokasi yang meliputi lebih kurang 600 km garis pantai dan untuk pertama kalinya mendokumentasikan dampak gempa bumi terhadap terumbu karang, ini mungkin kerusakan karang dalam skala besar yang pernah tercatat.  Seluruh pesisir Pulau Simeulue sepanjang lebih kurang 300 km terangkat hingga 1,2 meter setelah gempa bumi pada tangga; 26 Maret 2005 serta mengangkat terumbu karang yang melingkupi pulau tersebut.

    (more…)

    Reef of Indonesia

    Thursday, October 16th, 2008

    Berisi gambaran umum tentang terumbu karang Indonesia

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009