Kapanlagi.com - Kerusakan terumbu karang laut di Indonesia hingga saat ini mencapai 30% dari luas sekitar 60.000 kilometer, kata peneliti lingkungan Prof Asikin Jamali di Jakarta, Senin (04/05).
“Kerusakan terumbu karang tersebut akibat penggunaan racun potasium, penangkapan ikan dengan bahan peledak serta pengambilan karang untuk bahan bangunan,” katanya yang dihubungi melalui telepon.
Asikin yang aktif di Pusat Penelitian Oseanografi itu, berharap melalui Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) yang akan digelar di Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada 11-15 Mei 2009, kerusakan terumbu karang mendapat perhatian serius dari semua delegasi.
“Kerusakan terumbu karang di Indonesia bukan saja masalah kita, namun ini juga berpengaruh terhadap perairan laut dunia,” ucapnya.
Ia mengatakan, keberadaan terumbu karang sangat bermanfaat bagi biota laut, sebab fotosintesis yang dihasilkan mampu memberikan oksigen bagi kehidupan lingkungan habitat itu.
Menurutnya penanaman terumbu karang buatan salah satu upaya untuk menjaga ekosistem laut. “Upaya pelestarian laut yang dilakukan masyarakat pesisir telah dilakukan di sejumlah perairan Indonesia. Untuk keberlanjutannya sudah tentu harus mendapat dukungan dana yang memadai,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Maarif mengatakan ada janji dari berbagai pihak untuk memberikan dana untuk CTI (Coral Triangle Initiative), lebih dari US$300 juta. (kpl/bar)