Friday, July 16th, 2010

Foto: http://markosun.files.wordpress.com
Jakarta (ANTARA News) - Bencana minyak Teluk Mexico tampaknya menelan biaya jauh lebih besar daripada sekedar pembersihan dan ganti rugi bagi penghasilan yang hilang segera setelah kerusakan ekosistem dikumpulkan, kata seorang ahli terkemuka, Selasa.
Dalam satu wawancara yang dilakukan bersamaan dengan dikeluarkannya laporan yang ditaja PBB mengenai hubungan antara bisnis dan keragaman hayati, ahli ekonomi Pavan Sukhdev mengatakan bencana BP mempertegas perlunya bagi perubahan laut dalam cara “modal alam”, yang menjadi tumpuan kesejahteraan manusia diukur dan dinilai.
“Tak terlihatnya masalah ekonomi pada layanan ekosistem dan keragaman hayati –air bersih, air segar, samudra yang sehat, tanah yang subur, iklim stabil– harus ditangani dengan sungguh-sungguh,” kata Sukhdev dalam pembicaraan telepon dari London.
“Kita harus bergerak memasuki masyarakat tempat kekayaan umum dan pribadi diakui sama pentingnya. Namun, hari ini berapa banyak orang yang mengerti `modal alam` sebagai perbadingan dari modal finansial?”
Sebagian masalah tersebut tak mengetahui bagaimana menghargai segala sesuatu yang telah lama dianggap ada dalam jumlah yang tak terbatas.
(more…)
Posted in News | No Comments »
Friday, July 16th, 2010

Jakarta (ANTARA News) - Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional, Ali Akbar mengatakan, beberapa pulau kecil di dunia termasuk beberapa pulau di Indonesia terancam tenggelam.
“Jika kita tidak dapat mengatasi dampak pemanasan global dari sekarang, tidak tertutup kemungkinan beberapa pulau akan hilang terendam,” katanya dalam acara diskusi yang bertema “Carbon Trading, Siapa Untung?” di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, salah satu penyebab pemanasan global adalah banyaknya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang terperangkap di atmosfer sehingga menyebabkan pemanasan suhu bumi.
Menurut data Second National Communication 2009, paparnya, penyumbang emisi GRK paling besar berasal dari sektor “Land Use Change Forest” (LUCF) atau perubahan penggunaan lahanhutan sebesar 1.060.766 giga gram karbon.
(more…)
Posted in News | No Comments »
Friday, July 16th, 2010

Jakarta (ANTARA News) - Hadiah berharga dari Tuhan itu menjadi tempat hidup banyak hewan laut dan jadi pelindung buat manusia dari terjangan bencana yang berkaitan dengan laut serta iklim, tapi ulah manusia membuatnya mengalami kerusakan.
Hutan bakau di dunia mengalami kerusakan sampai empat kali lebih cepat dibandingkan dengan hutan lain, sehingga menimbulkan kerugian jutaan dolar akibat hilangnya areal seperti habitat ikan dan perlindungan dari badai serta tsunami, demikian laporan yang dikeluarkan Rabu (14/7).
Studi tersebut, yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (UNEP) dan The Nature Conservancy menyatakan seperlima hutan bakau telah hilang sejak 1980 dan hutan yang berada di pinggir laut itu terus mengalami kerusakan sebanyak 0,7 persen per tahun akibat bermacam kegiatan seperti pengrusakan pantai dan peternakan udang.
(more…)
Posted in News | 1 Comment »
Friday, July 16th, 2010

Foto: Antara
Jakarta (ANTARA News) - Hadiah berharga dari Tuhan itu menjadi tempat hidup banyak hewan laut dan jadi pelindung buat manusia dari terjangan bencana yang berkaitan dengan laut serta iklim, tapi ulah manusia membuatnya mengalami kerusakan.
Hutan bakau di dunia mengalami kerusakan sampai empat kali lebih cepat dibandingkan dengan hutan lain, sehingga menimbulkan kerugian jutaan dolar akibat hilangnya areal seperti habitat ikan dan perlindungan dari badai serta tsunami, demikian laporan yang dikeluarkan Rabu (14/7).
Studi tersebut, yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (UNEP) dan The Nature Conservancy menyatakan seperlima hutan bakau telah hilang sejak 1980 dan hutan yang berada di pinggir laut itu terus mengalami kerusakan sebanyak 0,7 persen per tahun akibat bermacam kegiatan seperti pengrusakan pantai dan peternakan udang.
Laporan dengan judul “World Mangrove Atlas” tersebut menyatakan hutan bakau memberi layanan ekonomi yang sangat besar. Hutan itu berfungsi sebagai tempat pembibitan ikan laut, penyimpanan karbon dan menyediakan pertahanan kokoh terhadap banjir serta topan pada saat permukaan air laut mengalami pasang naik.
(more…)
Posted in News | No Comments »
|
Latest Data Entry

Green, Alison L. ; Bellwood, David R.
IUCN, Global Marine Programme
Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7
Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
ISBN 978-2-8317-1169-0
Download
February 18th, 2010
Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).
January 9th, 2010
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.
December 15th, 2009
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008
November 6th, 2009
C HITIPEUW - 2003
Download
October 4th, 2009
|