Tuesday, March 2nd, 2010

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Emil Salim mengatakan Amerika dan Indonesia bisa mengadakan kerjasama tentang perubahan iklim dalam hal yang lebih teknis.
“Kita tidak bisa mendesak dia (Presiden Amerika Serikat Barrack Obama) berkomitmen tentang perubahan iklim karena dia tidak mendapat mandat dari Senat Amerika. Lebih baik kita bekerjasama, misalnya tentang peningkatan kapasitas,” kata Emil Salim di sela-sela Konferensi Komprehensif Indonesia-Amerika di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa.
Emil mengatakan hal tersebut menanggapi rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia pada pertengahan Maret 2010.
Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup itu mengatakan kerjasama yang bisa diharapkan dengan Amerika adalah dalam hal teknis perubahan iklim, seperti peningkatan kapasitas dan alih teknologi.
“Bagaimana kerjasama dilakukan untuk peningkatan kapasitas sehingga Indonesia bisa menangani dan mengantisipasi kenaikan permukaan air laut misalnya,” katanya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
Tuesday, March 2nd, 2010

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Emil Salim dan Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar mengatakan, tidak perlu ada kementerian khusus yang menangani perubahan iklim.
“Saya melihat pemecahan masalah bukan dengan membentuk institusi. Pemecahannya adalah bagaimana komitmen penanganan perubahan iklim itu ditularkan kepada semua menteri,” kata Emil Salim di sela-sela Konferensi Komprehensif Indonesia-Amerika di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa.
Emil mengatakan, penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dikoordinasi oleh tiga menteri koordinator dengan para menteri lainnya dan dengan program kerja yang dirumuskan oleh Bappenas.
“Saya lebih suka penanganan perubahan iklim seperti `total footbal`, artinya semua menteri berperan dengan dikoordinasi tiga menteri koordinator (menko) yang ada dan tiga menko ini melapor ke presiden,” katanya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
Tuesday, March 2nd, 2010
Kupang (ANTARA News) - Komisi penyelidikan tumpahan minyak dari Australia memastikan bahwa wilayah perairan Indonesia di Laut Timor tercemar minyak mentah (crude oil) yang bersumber dari ledakan Montara pada 21 Agustus 2009 lalu.
Kepastian soal pencemaran minyak di wilayah perairan Indonesia yang bersumber dari ladang Montara itu disampaikan Senator Rachel Siewert melalui surat elektroniknya kepada Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni di Kupang, Selasa.
Komisi penyelidikan tumpahan minyak dari Australia itu melakukan uji laboratorium terhadap sampel minyak dan air yang dikumpulkan nelayan tradisional Indonesia asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pimpinan Gab Oma (32).
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa wilayah perairan Indonesia di Laut Timor positif tercemar minyak mentah yang bersumber dari ladang Montara yang meledak pada 21 Agustus 2009 lalu.
“Australia sangat peduli dengan masalah pencemaran lingkungan sehingga begitu antusias meminta sampel air dan minyak dari para nelayan kita (Indonesia) untuk membuktikan kebenarannya melalui uji laboratorium,” kata Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor itu.
(more…)
Posted in News | No Comments »
Friday, February 26th, 2010
Jakarta (ANTARA News) - Konferensi luar biasa tingkat dunia negara pihak Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm (ExCOp) di Nusa Dua Bali menyetujui enam butir kesepakatan untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tiga konvensi itu, demikian Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta yang juga sebagai Presiden COP Konvensi Basel dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.
Keenam butir kesepakatan itu adalah aktivitas kerjasama, fungsi kerjasama manajerial, layanan bersama, sinkronikasi dana, audit bersama, dan tinjauan bersama.
“Keenam hal ini akan menjadi acuan dalam pengelolaan konvensi kimia dan limbah ke depan,” kata Gusti Muhammad Hatta.
Dia mengatakan, tatanan baru dalam sinergi konvensi di bidang kimia dan limbah ini akan mendorong peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan bahan kimia dan limbah.
Hal itu nantinya mempengaruhi pula pengelolaan lingkungan Indonesia demi terlindunginya kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup akibat dampak bahan kimia dan limbah berbahaya.
(more…)
Posted in News | No Comments »
|
Latest Data Entry
Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).
January 9th, 2010
Patlis, J., N.A. Tangkilisan, D. Karwur, M.E. Ering, J. Tulungen, R. Titahelu, M. Knight, (2003), Study Case Developing a District Law, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI USA, 86 pp. (2571 kb).
September 6th, 2009
Coastal Resources Center, (2001), Coral Reef Field Perspectives: Crown-of-Thorns Clean-Up Fact Sheet, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI USA, 1 pp. (196 kb).
August 12th, 2009
Pollnac, R.B., (2000), Assessing Behavioral Aspects of Coastal Resource Use, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI USA, 149 pp. (946 kb).
July 17th, 2009
Knight, M., (2001), Desentralisasi Pengelolaan Wilayah Pesisir di Amerika Serikat: Contoh bagi Indonesia, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI USA, 106 pp. (4167 kb).
May 5th, 2009
|