Friday, June 19th, 2009
oleh: Marthen Welly
Sumber: http://netsains.com/2008/10/indonesia-pusat-terumbu-karang-dunia/

Pusat keanekaragaman hayati laut dunia, terutama terumbu karang terletak di kawasan segitiga karang. Kawasan ini meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang di ke-6 negara tersebut maka akan menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah tersebut disebut sebagai segitiga karang dunia (coral triangle). Total luas terumbu karang di coral triangle sekitar 75.000 Km2.
Indonesia sendiri memiliki luas total terumbu karang sekitar 51.000 Km2 yang menyumbang 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle. Saat ini, kepulauan Raja Ampat di Papua Barat merupakan kepulauan dengan jumlah jenis terumbu karang tertinggi di dunia. Berdasarkan sebuah kajian ekologi yang dipimpin oleh The Nature Conservancy (TNC) dengan melibatkan para ahli terumbu karang dan ikan dunia pada tahun 2002, ditemukan sekitar 537 jenis karang dan 1074 jenis ikan di kepulauan Raja Ampat.
Manfaat
Jumlah jenis terumbu karang di Raja Ampat tersebut merupakan 75% dari seluruh jenis terumbu karang dunia yang pernah ditemukan. Walaupun kepulauan Carribean di Amerika tengah dan Great Barrier Reef Marine Park di Australia sangat terkenal, kedua kawasan tersebut hanya memiliki sekitar 400 jenis karang.
(more…)
Posted in Reef of Indonesia, Blogs | No Comments »
Thursday, May 14th, 2009

WORLD Ocean Conference (WOC) yang tengah berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (14/5) pagi ini, dan pada akhirnya nanti pertemuan akan menghasilkan sebuah dokumen bernama Manado Ocean Declaration (MOD) atau dalam bahasa Indonesianya, Deklarasi Manado mengenai Samudera (Deklarasi Manado).
Tentu saja yang namanya deklarasi hanyalah pernyataan yang tidak mengikat secara politik. Dalam tajuk rencana ini tidak akan diurai pokok-pokok pada MOD yang terdiri dari 35 paragraf tersebut. Secara umum semangat MOD adalah mendorong dan mengingatkan masyarakat dunia agar memberi perhatian yang lebih besar terhadap laut pada berbagai pembicaraan internasional yang membahas masalah perubahan iklim dan upaya penyelamatan bumi.
Harapannya, melalui MOD ini masalah kelautan harus menjadi salah satu agenda dalam sidang lanjutan dalam putaran United Nations Framework Conference on Climate Change (UNFCCC), di Copenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009.
Mengapa hal ini dirasa penting, tak lain karena ada banyak negara yang memiliki laut namun tak menikmati kesejahteraan dari laut itu, bahkan menjadi korban dan menderita dampak negatif akibat kerusakan lingkungan laut yang parah sebagai buah eksploitasi eksesif terhadap laut.
Prakarsa mulia Indonesia ini didukung negara-negara maju, seperti AS yang mengirim panel ahlinya (40 orang) ke Manado, juga dari negara-negara lain termasuk Uni Eropa, yang bisa dilihat dari jumlah peserta WOC yang mencapai 121 negara. (more…)
Posted in Blogs | No Comments »
Tuesday, May 5th, 2009
Kapanlagi.com - Kerusakan terumbu karang laut di Indonesia hingga saat ini mencapai 30% dari luas sekitar 60.000 kilometer, kata peneliti lingkungan Prof Asikin Jamali di Jakarta, Senin (04/05).
“Kerusakan terumbu karang tersebut akibat penggunaan racun potasium, penangkapan ikan dengan bahan peledak serta pengambilan karang untuk bahan bangunan,” katanya yang dihubungi melalui telepon.
Asikin yang aktif di Pusat Penelitian Oseanografi itu, berharap melalui Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) yang akan digelar di Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada 11-15 Mei 2009, kerusakan terumbu karang mendapat perhatian serius dari semua delegasi.
“Kerusakan terumbu karang di Indonesia bukan saja masalah kita, namun ini juga berpengaruh terhadap perairan laut dunia,” ucapnya.
Ia mengatakan, keberadaan terumbu karang sangat bermanfaat bagi biota laut, sebab fotosintesis yang dihasilkan mampu memberikan oksigen bagi kehidupan lingkungan habitat itu.
Menurutnya penanaman terumbu karang buatan salah satu upaya untuk menjaga ekosistem laut. “Upaya pelestarian laut yang dilakukan masyarakat pesisir telah dilakukan di sejumlah perairan Indonesia. Untuk keberlanjutannya sudah tentu harus mendapat dukungan dana yang memadai,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Maarif mengatakan ada janji dari berbagai pihak untuk memberikan dana untuk CTI (Coral Triangle Initiative), lebih dari US$300 juta. (kpl/bar)
Posted in Reef of Indonesia, Blogs | No Comments »
Thursday, February 12th, 2009
Sumber: www.terangi.or.id
Berbagai kegiatan manusia seringkali menjadi faktor-faktor yang mengancam kelestarian terumbu karang. Dengan mempelajari setiap dampak yang mingkin timbul, kita dapat mencegah atau menghindari kegiatan semacam itu.
Kerusakan terumbu karang memang dapat diakibatkan faktor alam. Misalnya hempasan ombak yang mematahkan karang atau berbagai jenis ikan dan hewan laut yang memangsa karang. Akan tetapi, regenerasi dan pertumbuhan karang yang sehat dapat menggantikan kerusakan ini.
Faktor yang dapat merusak terumbu karang diantaranya adalah :
a. Pengendapan kapur
Pengendapan kapur dapat berasal dari penebangan pohon yang dapat mengakibatkan pengikisan tanah (erosi) yang akan terbawa kelaut dan menutupi karang sehingga karang tidak dapat tumbuh karena sinar matahari tertutup oleh sedimen.
b. Aliran air tawar
Aliran air tawar yang terus menerus dapat membunuh karang, air tawar tersebut dapat berasal dari pipa pembuangan, pipa air hujan ataupun limbah pabrik yang tidak seharusnya mengalir ke wilayah terumbu karang. (more…)
Posted in Blogs | No Comments »
|
Latest Data Entry

Green, Alison L. ; Bellwood, David R.
IUCN, Global Marine Programme
Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7
Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
ISBN 978-2-8317-1169-0
Download
February 18th, 2010
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.
December 15th, 2009

Oleh: Alasdair Edwards dan Edgardo Gomez
Gefcoral.org dan Yayasan TERANGI
Download
December 6th, 2009

White,William T., 1977- .
Economically important sharks and rays of Indonesia = Hiu dan pari yang bernilai ekonomis penting di Indonesia.
Download
October 21st, 2009
C HITIPEUW - 2003
Download
October 4th, 2009
|