Thursday, April 8th, 2010

www.acr-net.org adalah sebuah wadah data dan informasi berbasis web yang bertemakan “Pusat Informasi Pesisir dan Kelautan Aceh”. Website ini mulai diaktifkan dan dikelola secara aktif pada hari ini tanggal 8 April 2010. Website ini dibangun atas dasar semangat berbagi informasi antara lembaga-lembaga yang bergerak dan bekerja dalam ruang lingkup pesisir dan kelautan, khususnya di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam.
Website ini pada awalnya dibangun dengan segala keterbatasan, dan diinisiasi oleh dua lembaga yaitu Wildlife Conservation Society dan Pusat Studi Kelautan - Universitas Syiah Kuala. Setelah melalui proses panjang dan tersendat, akhirnya “Pusat Informasi Pesisir dan Kelautan Aceh” berbasis web mulai dioperasikan. “Pusat Informasi Pesisir dan Kelautan Aceh” ini diharapkan akan menjadi salah satu bagian dari wadah komunikasi antar lembaga di Provinsi NAD.
(more…)
Posted in Blogs, News | No Comments »
Monday, March 1st, 2010
Arianto B Santos
KOMPAS.com - Perubahan iklim merupakan situasi yang saat ini kita hadapi dan tidak dapat ditawar lagi kecuali dengan meredam lajunya. Adalah dengan memahami proses- proses yang terjadi di alam, wawasan kita dapat dibuka tentang bagaimana dan mengapa iklim itu berubah.
Dari situ kita akan sadar bahwa secara alamiah iklim itu memang akan berubah walau tanpa campur tangan manusia. Dan, dengan adanya aktivitas manusia, berawal dari revolusi industri hingga kini, iklim berubah dengan drastis.
Mungkin semua orang tahu bahwa penyebab utama perubahan iklim adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di udara yang menyebabkan temperatur di permukaan bumi meningkat.
Hampir semua negara di dunia berusaha untuk menurunkan emisi GRK-nya masing-masing walau dengan perdebatan yang cukup alot mengenai besaran yang harus diturunkan. Dan, menurut hemat saya, hal tersebut cukup sulit karena banyak faktor yang harus dipantau dan dievaluasi, serta yang jelas harus ilmiah.
Kita mungkin paham bahwa hutan kita adalah paru-paru dunia dengan kemampuannya menyerap karbon dioksida (CO) sehingga kita berusaha untuk menjaga hutan agar tetap hijau dan menghijaukan area terbuka.
(more…)
Posted in Blogs | No Comments »
Sunday, December 27th, 2009
Sumber: http://netsains.com/2009/12/tipe-ikan-penghuni-terumbu-karang/

Ikan terumbu merupakan penghuni ekosistem terumbu karang yang paling mudah dikenali, dan jumlah yang banyak dengan warna yang sangat beragam. Selain itu, ikan-ikan ini menghuni di hampir seluruh relung terumbu.
Ikan-ikan ini memanfaatkan terumbu karang sebagai “rumah”. Secara umum, tipe ikan terumbu dapat dikelompokkan berdasarkan dua garis besar yaitu kebiasaan mencari makan dan fungsinya dalam sistem ekosistem terumbu karang.
Ikan terumbu akan melakukan berbagai aktivitas berdasarkan kebiasaannya serta fungsinya, yang pada akhirnya membentuk suatu pola keseimbangan yang mendukung keberadaan ekosistem terumbu karang.
Berdasarkan kebiasaan mencari makan, Ikan terumbu terbagi atas tiga yaitu ikan diurnal (ikan yang aktif pada siang hari) dan ikan nokturnal (ikan yang aktif pada malam hari). Sebagian besar ikan yang ditemukan menyebar atau terdistribusi secara luas di terumbu karang merupakan kelompok ikan-ikan diurnal.
(more…)
Posted in Blogs | 4 Comments »
Thursday, December 24th, 2009
Berbicara masalah Perubahan Iklim merupakan masalah yang lumayan rumit, akhir-akhir ini banyak wacana yang terus membahas mengenai perubahan iklim (Climate Change). Perubahan iklim merupakan siklus gejala alam yang biasa terjadi perlahan-lahan sekitar 50-100 tahun , namun seiring dengan perkembangan industri, serta konsumsi bahan bakar yang mengalami peningakatan setiap tahun, dan pengeluaran gas emisi karbon di atmosfer, perubahan iklim kini dirasakan dampaknya lebih awal. Akibat dari perubahan iklim, dalam beberapa tahun mendatang Indonesia akan mengalami krisis air, kemarau panjang, bencana banjir, kekurangan pangan, tenggelamnya banyak pulau serta meningkatnya penyakit malaria dan demam berdarah yang terjadi di seluruh Indonesia.
Perubahan iklim pun mulai dirasakan pada sektor ekonomi, sektor pangan, sektor pariwisata,bahkan ekosistem laut pun mulai merasakan dari dampak perubahan iklim, salah satunya ekosistem terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang (Coral reef) merupakan ekosistem laut yang berperan dalam penyerapan karbon pun mulai merasakan dari dampak perubahan iklim. Terumbu karang di Indonesia terdapat 250-450 jenis (ekosistem terbesar di dunia)dan memiliki Luas Tutupan : 85.700 Km2 yang terbagi dalam 6,5 % dalam ‘kondisi baik’serta 93,5 % ‘keadaan RUSAK’.Terumbu karang di dunia terancam habis karena emisi karbondioksida. Jika dibiarkan 20 tahun mendatang akan hilang.
Beberapa manfaat dari terumbu karang itu sendiri:
(more…)
Posted in Blogs | 1 Comment »
|
Latest Data Entry

Green, Alison L. ; Bellwood, David R.
IUCN, Global Marine Programme
Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7
Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
ISBN 978-2-8317-1169-0
Download
February 18th, 2010
Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).
January 9th, 2010
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.
December 15th, 2009
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008
November 6th, 2009
C HITIPEUW - 2003
Download
October 4th, 2009
|