Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Presiden: Kesepakatan Atasi Perubahan Iklim Mendesak

    Foto: Antara

    Denpasar (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak semua pihak untuk segera menyepakati aturan dan komitmen terkait perubahan iklim karena waktu yang tersedia untuk instrumen pengganti protokol Kyoto semakin tipis.

    “Saya mendengar adanya rencana pertemuan informal tingkat menteri mengenai perubahan iklim, di Bali. Saya mendorong untuk memanfaatkan forum ini guna mencari solusi terbaik. Kita ingin menghasilkan konsensus yang lebih mengikat. Kita ingin mewujudkannya pada Konferensi perubahan Iklim di Meksiko mendatang, satu hasil yang nyata,” kata Presiden saat membuka pertemuan ke-11 Special Session of The UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum (GC-UNEP) di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Rabu siang.

    Presiden menambahkan dalam 12 tahun terakhir, dunia mengalami kenaikan suhu tertinggi sejak tahun 1850. Kenaikan suhu sebesar itu akan mengakibatkan peningkatan permukaan air laut.

    “Kita tidak dapat mengabaikan fakta ini. Kenaikan satu meter permukaan air laut, berdampak negatif terhadap jutaan orang yang hidup di bumi kita,” katanya.

    Kepala Negara menyatakan keanekaragaman hayati yang dimiliki, juga menghadapi ancaman yang sangat mencemaskan. Lebih dari 50.000 jenis tumbuhan mengalami kepunahan. Hampir 4.000 spesies vertebrata endemik, berpotensi hilang tak berbekas pada akhir abad ini.

    “Sekitar 60 persen ekosistem dunia dari hutan dan lahan sampai karang laut dan sabana akan mengalami kerusakan serius,” tegasnya.

    Presiden juga menyampaikan rasa prihatin pada tata kelola lingkungan global.

    “Saya secara pribadi sangat prihatin terhadap proliferasi dan fragmentasi kesepakatan lingkungan multilateral. Hal ini menyebabkan fungsi dari masing-masing kesepakatan itu tidak dapat berjalan optimal. Karena itulah, kita harus menguatkan koordinasi, koherensi, dan efektivitas tata-kelola lingkungan global dalam sistem PBB. Kita juga harus memastikan efektivitas dan koherensi aksi global dalam mengatasi permasalahan lingkungan,” paparnya.

    Presiden Yudhoyono mengatakan tidak ada pilihan lain, kecuali meningkatkan kapasitas UNEP sebagai badan PBB yang bertanggung jawab langsung terhadap permasalahan lingkungan.Berikan mandat yang kuat terhadap UNEP.

    “Berikan pula kewenangan dan tanggung jawab yang besar. Dan, berikan pula pendanaan yang cukup untuk menjalankan mandat dan tanggung jawabnya,” katanya.

    (P008/B010)

    Sumber: Antara
    Foto: Antara

    Leave a Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009

    Latest Data Entry

    join

    Bastianos.com