Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Archive for November, 2009

    Karangku Sayang Karangku Malang

    Tuesday, November 24th, 2009

    Sumber: http://netsains.com/2008/11/karangku-sayang-karangku-malang/

    Dentuman bom ikan setidaknya lima kali mendebarkan jantung saya selama penyelaman pertama di Kepulauan Spermonde, Sulawesi. Dan ini berulang setiap kali menyelam, selalu saja ada terdengar dentuman bom. Ternyata praktek illegal fishing dan destructive fishing di kawasan ini masih saja terjadi.

    Apa boleh dikata, karena memang sistem pengawasan di daerah ini masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Terdapat lebih dari 150 buah pulau tersebar di daerah ini, yang tentunya juga memang akan memakan biaya yang sangat besar untuk patroli dan keamanan. Ironis memang sebagai negara bahari. Jejak bom memang masih sangat kental disini, terlihat dari puing-puing terumbu berserakan di dasar lautan.

    Pun terumbu karang Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia tertinggi di dunia. Namun juga ironisnya, Indonesia juga termasuk daerah yang terumbu karangnya yang paling terancam di dunia. Dari hasil pemantauan LIPI pada tahun 1999, terdata hanya sekitar 6 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi yang baik.

    Ancaman dan Kerusakan

    Sebenarnya ekosistem terumbu karang mempunyai sifat kelenturan dan ketahanan yang tinggi, terlihat dari kemampuannya bertahan di muka bumi ini selama lebih dari ratusan juta tahun. Namun, apabila tekanan yang terjadi sekarang ini dapat menimbulkan kematian dan kepunahan. Dikategorikan dua jenis ancaman terhadap terumbu karang, yakni ancaman manusia (anthropogenik) dan ancaman alam. Tapi sepertinya ancaman manusia lebih berbahaya dibandingkan dengan alam. Perkembangan yang sangat pesat di daerah pesisir sangat mengancam kondisi terumbu karang. Terlebih lagi belum adanya sistem pengelolaan secara menyeluruh di daerah pesisir.

    (more…)

    Konservasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat untuk Keberlanjutan Wisata Bahari

    Tuesday, November 24th, 2009

    Sumber: http://balikamilagi.wordpress.com/2009/11/24/konservasi-terumbu-karang-berbasis-masyarakat-untuk-keberlanjutan-wisata-bahari-pengalaman-desa-pemuteran-bali/

    biorock pemuteran

    Era tahun 1990 desa Pemuteran, yang terletak 115 kilo meter dari pusat Kota Denpasar, diujung barat pulau Bali ini masuk pada posisi daerah kritis, kering, minim curah hujan. Daerah dengan keterbatasan sumber air bersih akibat ketidak pahaman memelihara lingkungan – penangkap air hujan —. Berpenduduk kurang lebih 7.650 jiwa (1.700 KK), 80 persen sebagai nelayan, lainnya sebagai buruh bangunan, sopir angkutan. Lahan daratan hanya berproduksi setahun sekali berupa palawija. Hal wajar jika kemudian masyarakat mengantungkan kehidupannya ke wilayah pesisir sebagai nelayan.

    Jika di darat kurang produktif, lainnya halnya dengan potensi laut Desa Pemuteran. Pesisir teluk Pemuteran sepanjang kurang lebih 7 kilometer dengn tiga teluknya memiliki keindahan tersendiri. Pantainya landai, arus lautnya tidak terlalu keras dan hampir sepanjang tahun bermandi matahari. Teluk ini dikenal sebagai daerah tangkapan ikan hias. Bagi masyarakat Pemuteran – begitu juga masyarakat Bali – yang Hindu, laut adalah sumber kehidupan abadi, tak akan pernah habis- habisnya. Sepanjang masyarakat juga melakukan pemeliharaan dengan baik dan benar.

    (more…)

    Industri Wisata Inisiasi Pengelolaan Terumbu Karang di Amed

    Monday, November 9th, 2009

    Sumber: http://www.reefcheck.or.id/?p=1019

    Senin, Nopember 9th, 2009
    reefcheck.or.id

    Berawal dari kegiatan survey kejadian pemutihan karang pada bulan Juni dan Juli 2009, Reef Check Indonesia diundang oleh beberapa komponen masyarakat di Amed, khususnya pelaku industry wisata. Kehadiran Reef Check dalam rangka memfasilitasi usaha pengelolaan yang berkelanjutan bagi terumbu di Amed.

    Beberapa pelaku wisata yang tergabung dalam kelompok Amed Sadar Lingkungan, serta kelompok nelayan, menyatakan bahwa perlu peningkatan koordinasi dan kerjasama antara seluruh komponen untuk menjamin Amed tetap menarik untuk hari esok.

    Dalam workshop sederhana yang diadakan pada 28-28 Oktober 2009, berhasil diidentifikasi ancaman yang ada serta kekuatan dan peluang yang bisa diambil sebagai jalan keluar. Disepakati juga beberapa rencana aksi yang akan segera diambil yaitu penambahan mooring buoy, kegiatan coastal cleanup bersama dan reboisasi untuk menekan sedimentasi dan run off.

    Peraturan Menteri PER.17/MEN/2008 - Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil

    Friday, November 6th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009