
Liputan6.com, Siberut: Jika Anda merasakan udara belakangan ini semakin panas, itu tak lain karena bumi yang makin tua tengah dihadapkan pada perubahan iklim. Terjadinya perubahan iklim tersebut antara lain bisa dilihat dari jejak yang tertinggal di bawah laut. Untuk itu, SCTV bersama sejumlah ilmuwan, belum lama ini, berusaha mencari bukti tersebut di bawah kedalaman laut Kepulauan Menwatai, Sumatra Barat.
Tak hanya alam yang cantik, Kepulauan Mentawai juga menarik bagi ahli geologi yang ingin mencari rekam jejak gempa dan tsunami yang terdapat di bawah permukaan lautnya. Seperti pertengahan Juli silam, tim ilmuwan iklim purba dari Ilmu Kebumian Universitas Hokaido Jepang dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menelusuri perairan di Mentawai.
Menurut para ilmuwan, sejarah terjadinya gempa dan tsunami itu tercatat pada terumbu karang yang banyak terdapat di kedalaman laut Mentawai. Tidak sembarang terumbu karang, hanya yang sudah berumur ratusan tahun yang dicari untuk mengungkap rahasia tersebut. Tak hanya itu, para peneliti yang ikut dalam misi ini paling tidak harus bisa menyelam.
Akhirnya tim menemukan sebuah terumbu karang setinggi dua meter. Paling tidak terumbu ini menyimpan catatan sejarah 200 tahun lampau. Sebab, ketinggian terumbu karang bertambah satu sentimeter setiap tahun yang dipengaruhi lingkungan di sekitarnya. Semua sampel yang didapat akan dibawa ke laboratorium untuk mencari tahu perubahan iklim yang telah terjadi dalam kurun waktu tertentu.(ADO)
Sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/200908/239475/Jejak.Perubahan.Iklim.di.Terumbu.Karang