Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Kematian karang besar-besaran paska gempa bumi tahun 2005

    Pada akhir Maret 2007 Wildlife Conservation Society - Indonesia Program (WCS-IP) dan Australian Research Council Centre of Excellence for Coral Reef Studies (ARCCoERS) melaksanakan survei untuk mengkaji terumbu karang di Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak. Daerah ini terkena dampak tsunami  Desember 2004 dan gempa Maret 2005 yang cukup parah.

    examines-uplited-corals.jpg

    Survei meliputi 35 lokasi yang meliputi lebih kurang 600 km garis pantai dan untuk pertama kalinya mendokumentasikan dampak gempa bumi terhadap terumbu karang, ini mungkin kerusakan karang dalam skala besar yang pernah tercatat.  Seluruh pesisir Pulau Simeulue sepanjang lebih kurang 300 km terangkat hingga 1,2 meter setelah gempa bumi pada tangga; 26 Maret 2005 serta mengangkat terumbu karang yang melingkupi pulau tersebut.

    Selama survei, tim peneliti menemukan kematian karang dalam skala yang jarang ditemukan. Dibandingkan dengan kerusakan akibat coral bleaching tidak ada karang yang bertahan hidup, tetapi sebagian besar sebenarnya masih dalam kondisi baik. Secara menakjubkan karang-karang yang terangkat tersebut masih dapat diidentifikasi masing-masing sepsiesnya, walaupun koloni-koloni ini telah terangkat lebih kurang selama  2 tahun. Beberapa spesies mengalami kepunahan hingga 100% dan spesies yang berbeda saat ini mendominasi terumbu karang di perairan dangkal.

    Meskipun begitu tidak seluruhnya hasil dari Simeulue merupakan berita buruk. Di beberapa titik spesies-spesies yang banyak mengalami kematian mulai melakukan rekolonisasi di perairan dangkal dimana sebelumnya mereka berasal. terumbu karang nampaknya mulai kembali ke kondisi sebelum gempa terjadi, walaupun tentu saja proses tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ini merupakan kesempatan yang langka dapat mendokumentasikan sebuah proses yang mungkin hanya terjadi satu kali setiap abad. Temuan ini memberikan gambaran bagaimana proses perbaikan (recovery) dan terumbu karang dibangun yang selama ini hanya dapat dipelajari dari catatan fosil. Tantangan bagi WCS dan pertner adalah bagaimana bekerjasama dengan masyarakat lokal dan pemerintah untuk melindungi karang-karang tersebut untuk memastikan proses perbaikannya terus berlanjut.

    Lihat press release terakhir kami di web:

    http://environment.newscientist.com/article/dn11603-indonesian-earthquake-lifted-coral-to-its-death.html
    http://www.reuters.com/article/scienceNews/idUSJAK25142920070412?pageNumber=1
    http://www.eurekalert.org/pub_releases/2007-04/wcs-mcd041107.php#
    http://www.yubanet.com/artman/publish/article_54612.shtml
    http://www.beritabumi.or.id/berita3.php?idberita=749

    Leave a Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009

    Latest Data Entry

    join

    Bastianos.com