Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Archive for September, 2008

    Rencana Aksi Segitiga Terumbu Karang Disempurnakan

    Thursday, September 25th, 2008

    JAKARTA, RABU - Rencana aksi pembentukan Segitiga Terumbu Karang (The Coral Triangle Initiative/CTI) semakin disempurnakan dalam seminar CTI untuk mengumpulkan pendapat dari berbagai elemen. Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), M Syamsul Maarif saat membuka seminar CTI di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Selasa (23/9).

    Syamsul mengatakan segitiga terumbu karang seluas 75 km persegi ini melintasi enam negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Timor Leste, Kepulauan Solomon. “Maka dalam pertemuan di Manila 12-14 November nanti kita akan minta dukungan dari negara-negara maju untuk berpartisipasi dalam implementasi rencana aksi CTI,” katanya.

    Ia menjelaskan sebelumnya pada Agustus 2007, Presiden telah mengusulkan CTI pada 5 negara yang termasuk segitiga terumbu karang dan dua anggota APEC yakni Amerika Serikat dan Australia. “Anggaran yang telah dikucurkan oleh AS mencapai 4,3 dollar AS dan Australia 1,5 dollar AS, ini semata-mata untuk mengembangkan upaya penyelamatan terumbu karang dengan menjalankan aksi secara tidak langsung,” ujarnya.

    Upaya tersebut, dikatakan Syamsul, diberikan dalam bentuk memberdayakan ekonomi kerakyatan masyarakat supaya tidak melakukan pengrusakan terumbu karang di wilayah tersebut, misalnya overfishing, illegal fishing. “Maka dengan CTI ini, kita bisa melarang orang untuk melakukan penrusakan terumbu karang, maka sebelum dideklarasikan kita sempurnakan dulu rencana aksinya dengan pendapat dari berbagai instansi pemerintah, NGO, peneliti dan akademisi,” tuturnya.

    Mengenai solusi perusakan terumbu karang, Syamsul mengatakan akan menerapkan manajemen buka tutup dalam penangkapan ikan. “Jadi kita tidak melarang penangkapan ikan, tapi akan diterapkan waktu-waktu tertentu tidak boleh menangkap ikan demi menunjang upaya konservasi laut dan sumber daya di dalamnya,” ujarnya.

    Sumber: Kompas

    Reef Friendly Diving

    Thursday, September 11th, 2008

    Coral reefs are under threats from many sources, and numerous scientific studies have unambiguously shown that dive tourism can be a source of coral reef damage.
    By learning and observing responsible diving practices, the individual diver or snorkeler can minimize the impacts of their visits to coral reef ecosystems.
    To that end, we provide the following “Reef Friendly Diving Practices” based upon scientifc evidence, the recommendations of some of the leading marine conservation organizations, and authoritative publications* aimed at protecting coral reef ecosystems from dive tourism-related damage.

    Do Not:

    1. Kick up sand/sediment with your fins.
    2. Feed or attempt to feed fish or any other marine life.
    3. Spear, hook or capture any marine life
    4. Harass, chase, or try to ride marine life such as turtles, manatees, sharks, etc.
    5. Take rocks, pieces of coral, shells, or any other parts of the natural habitat
    6. Dump or throw anything overboard.

    Do:

    1. Avoid touching or contacting corals or other reef dwelling organisms
    2. Wear a t-shirt rather than oils or lotions to protect your skin from the sun.
    3. Where available, ask for a pre-dive briefing on the local reef ecosystem before you dive.
    4. If you are on a private vessel, make sure that the boat captain does not run aground, or anchor on the reef.

    Source: http://www.coral-reef-info.com/reef-friendly-diving.html

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009