Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Kawasan Konservasi Laut

October 19th, 2008

Kawasan laut Indonesia saat ini sedang mengalami krisis yang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan. Hal tersebut mengancam penghidupan jutaan manusia yang tergantung secara langsung maupun tidak langsung dari sektor kelautan dan perikanan. Praktek perikanan yang merusak, polusi, pemanasan global karena aktivitas manusia, dan aktivitas manusia lainnya dituding menjadi penyebab degradasi ekosistem di laut Indonesia.

Blogs

Karimunjawa Coral Reef Project

October 20th, 2008

Latest Data Entry

postgresql.pdf

October 22nd, 2008

Virtuemart Manual

October 22nd, 2008

Our Partners

rufford-2-col_grant_sept07_3_small.jpg

logo.png

Dreamxstudio

A D V E R T I S E M E N T

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
  • Archives

  • October 2008
  • Blogroll

  • Mengapa terumbu karang di barat Indonesia begitu unik?

    October 23rd, 2008

     paul-barber-pics2.jpg

    Sumatra memiliki beberapa lokasi dengan keragaman terumbu karang yang tinggi dimana biota laut dan ikan jenis tertentu berbagi campuran spesies yang unik dari Samudra Hindia dan Pasifik. Dari 2057 ikan karang yang tercatat di Indonesia (Allen dan Adrim 2003), 60% ditemukan di Sumatra.

    Adanya keterbatasan pertukaran genetis antara Sumatra dan kawasan lain kepulauan Indonesia merupakan alasan dari keunikan komposisi fauna laut yang ada saat ini.  Turunnya permukaan laut pada jaman Pleistosin yang mencapai 120m di bawah rata-rata permukaan laut saat ini (Voris 2000) mengakibatkan Paparan Sunda terekspos menjadi sebuah daratan yang menghalangi pertukaran genetis antara kawasan barat dan timur Indonesia dalam kurun waktu yang panjang (A). Populasi biota laut di sisi barat Paparan Sunda mendapat sumber larva dari Laut Andaman dan Samudra Hindia, sementara masukan larva pada sisi timur bersumber dari arus lintas Indonesia (ARLINDO) yang berasal dari Samudra Pasifik (Hirst and Godfrey 1993, Sathiamurty and Voris 2006, Song et al. 2004).  Meningkatnya permukaan laut seiring waktu berarti memungkin terjadinya masukan sumber larva dari utara, barat dan timur Sumatra (B).  Sekitar 10 ribu tahun yang lalu, perairan di antara Sumatera dan Kalimantan kembali terhubung oleh laut dan membawa kembali pengaruh dari Samudra Pasifik ke bagian barat perairan Indonesia (C).

    (more…)

    Karimunjawa Coral Reef Project

    October 20th, 2008

    Terumbu karang Indonesia terhampar di pusat keanekaragaman hayati dunia, masih terancam oleh praktek pengelolaan yang buruk termasuk aktivitas perikanan yang merusak dan tidak diatur.  Dalam mendukung pemerintah Indonesia dan masyarakat lokal dalam melindungi ekosistem laut, WCS memberikan informasi kunci mengenai ekologi dan social-ekonomi yang diperlukan dalam merancang kembali aturan pengelolaan sumberdaya laut.

    Taman Nasional Karimunjawa terdiri lebih dari 500 spesies ikan karang dan 300 spesies karang yang merupakan satu dari tujuh taman nasional laut di Indonesia. Melingkupi 111.625 hektar dan berlokasi 120 km di utara Semarang, Jawa Tengah, TN Karimunjawa terdiri dari 25 pulau (5 diantaranya berpenduduk) dengan lebih kurang 8000 jiwa tinggal didalamnya.

    Target konservasi yang utama dari proyek ini adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan di TN Karimunjawa melalui penerapan rencana zonasi dan pengelolaan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi sumberdaya terumbu karang.  Proses re-zonasi di TN Karimunjawa adalah mungkin yang pertama di Indonesia, dimana sistem zonasi yang baru ditetapkan pada bulan Juni 2005 dan menyajikan model pengelolaan kawasan perlindungan laut yang dapat diadopsi oleh kawasan perlindungan lainnya.

    (more…)

    Kematian karang besar-besaran paska gempa bumi tahun 2005

    October 20th, 2008

    Pada akhir Maret 2007 Wildlife Conservation Society - Indonesia Program (WCS-IP) dan Australian Research Council Centre of Excellence for Coral Reef Studies (ARCCoERS) melaksanakan survei untuk mengkaji terumbu karang di Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak. Daerah ini terkena dampak tsunami  Desember 2004 dan gempa Maret 2005 yang cukup parah.

    examines-uplited-corals.jpg

    Survei meliputi 35 lokasi yang meliputi lebih kurang 600 km garis pantai dan untuk pertama kalinya mendokumentasikan dampak gempa bumi terhadap terumbu karang, ini mungkin kerusakan karang dalam skala besar yang pernah tercatat.  Seluruh pesisir Pulau Simeulue sepanjang lebih kurang 300 km terangkat hingga 1,2 meter setelah gempa bumi pada tangga; 26 Maret 2005 serta mengangkat terumbu karang yang melingkupi pulau tersebut.

    (more…)