Dashboard | About Us | Contact Us  
 
Newsflash

Jaringan MaskerBiru

October 19th, 2008

MaskerBiru.net didasari atas semangat berbagi dan kebersamaan. Berangkat dari sebuah keinginan untuk menyediakan wadah bagi semua orang untuk berbagi, bertukar informasi, bertukar pendapat, menyampaikan ide, maka terbentuklah MaskerBiru.net. Bergabunglah menjadi salah satu dari sekian banyak anak negeri yang peduli dengan terumbu karang Indonesia. Untuk melihat informasi mengenai kondisi terumbu karang Indonesia yang disumbangkan secara partisipatif dan sukarela, anda dapat melihatnya pada menu “Coral Reef Map”

  • Loading...


    Loading...

    User Login




    Remember me
    Register
    Lost password?

    Register





    A password will be mailed to you.
    Log in | Lost password?

    Retrieve password





    A confirmation mail will be sent to your e-mail address.
    Log in | Register
    • Translate to:

    Ikan ‘Nemo’ Berhasil Ditangkarkan

    July 22nd, 2010


    Foto: www.reefteach.com.au

    KOMPAS.com — Ikan badut (clown fish) atau biasa disebut ikan “Nemo”, sesuai karakter di film kartunnya, adalah salah satu jenis ikan hias yang digemari saat ini. Sayangnya, sebagian besar ikan itu berasal dari penangkapan di laut sehingga berpotensi punah jika diambil berlebihan sesuai permintaan pasar.

    Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir dan merasa bersalah jika ingin memeliharanya. Ikan berwarna dasar oranye itu kini sudah berhasil ditangkarkan. Jadi, untuk mendapatkannya, Anda tidak harus selamanya memiliki ikan Nemo hasil penangkapan di alam. Budi daya merupakan salah satu jalan keluar mengantisipasi hal tersebut.

    Belum banyak orang atau lembaga yang bisa menangkarkannya. Salah satu lembaga yang bisa adalah Balai Besar Riset Perikanan dan Budidaya Laut (BBRPBL) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gondol, Buleleng, Bali. “Ada dua jenis clown fish yang berhasil dikembangkan bibitnya di sini. Salah satunya dengan garis hitam yang di pasar lebih mahal harganya. Satunya lagi yang tanpa garis hitam,” kata Dr Nyoman Adiasmara Giri, Kepala Balai, di tempat pembenihan tersebut.

    Nemo yang bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion percula. Adapun yang tidak bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion ocellaris.

    (more…)

    Istana Akan Periksa Dampak Pencemaran Laut Timor

    July 19th, 2010

    Jakarta (ANTARA News) - Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai, pekan ini akan mengirimkan tim untuk verifikasi data kerugian masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pasca kebocoran minyak di Laut Timor.

    Velix di Jakarta, Senin mengatakan, kebocoran minyak yang terjadi pada 21 Agustus 2009 yang diduga berasal dari instalasi pengeboran minyak The Montara Well Head Platform milik Australia itu, mengganggu mata pencarian masyarakat Kabupaten Rote Ndao, khususnya petani rumput laut dan nelayan.

    “Data kerugian akan diverifikasi dan diberikan kepada Presiden serta kementerian dan lembaga terkait, untuk langkah-langkah lebih lanjut. Apabila diperlukan, pemerintah dapat menjadikan data tersebut sebagai salah satu bahan penyusunan klaim kerugian kepada pihak yang menimbulkan pencemaran,” kata Velix.

    Ia menjelaskan, belum lama ini pihaknya telah menerima laporan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, perihal jenis dan kuantitas kerugian yang diderita petani rumput laut dan nelayan Kabupaten Rote Ndao.

    Menurut laporan Bupati Rote Ndao, tumpahan minyak itu mencemari sekitar 16.420 km persegi wilayah Laut Timor yang tercakup dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia.

    (more…)

    Biodiversity Sepenting Global Warming

    July 18th, 2010

    KOMPAS.com - Tak hanya di tingkat lokal, isu krisis keanekaragaman hayati pun menjadi pembicaraan dunia internasional setara perubahan iklim. Menurut Dr Teguh Triono, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hasil konferensi perubahan iklim di Rio de Janeiro tahun 1992 yang menjadi pijakan gerakan global mengamanatkan tiga upaya bersama melawan perubahan iklim, melawan penggurunan, dan melawan krisis keanekaragaman hayati.

    Saat ini, pemerintah Indonesia tengah berjuang untuk mempertahankan sumber daya hayati agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya secara adil. Masyarakat Indonesia tentu tidak ingin aneka jenis tumbuhan dan hewan dieksploitasi asing tanpa memberi manfaat yang besar di dalam negeri.

    “Isu terbesar sekarang adalah soal akses dan benefit sharing. Kami ingin biodiversity bermanfaat bagi umat manusia, tetapi bagaimana bisa adil pengaturannya,” ujar Teguh, yang juga pakar taksonomi tumbuh-tumbuhan.

    (more…)

    Penyelamatan Mangrove Bantu Nelayan

    July 17th, 2010


    Foto: Antara

    Pesawaran (ANTARA News) - Realisasi penyelamatan hutan bakau (mangrove) di Kabupaten Pesawaran secara tidak langsung akan membantu nelayan memperoleh tempat mencari ikannya kembali.

    “Selama ini nelayan tidak lagi mencari ikan di pinggir pantai karena ikan dipinggir pantai sudah habis terkena limbah tambak dan semakin terkikisnya hutan mangrove,” ujar aktivis Forum Masyarakat Pesisir (Formasir), Fadliansyah Cholid, di Pesawaran, Sabtu.

    Ia mengatakan, semakin cepat peraturan untuk menyelamatkan hutan bakau di daerah setempat akan mencegah kerusakan hutan itu tidak semakin besar, bahkan dapat membantu nelayan yang ada di daerah sekitar.

    “Sejak adanya kebijakan pembukaan wilayah tambak di Pesisir Pesawaran yang dahulu Lampung Selatan pada 1987 hingga saat ini, kerusakan hutan mangrove di Pesawaran mencapai 500-an hektare,” kata dia.

    (more…)

    Latest Data Entry

    Green, Alison L. ; Bellwood, David R.

    IUCN, Global Marine Programme
    Series: IUCN Resilience Science Group Working Paper Series ; 7

    Gland : IUCN, 2009. v, 70 p. : ill.
    ISBN 978-2-8317-1169-0

    Download

    February 18th, 2010

    Schuttenberg, H.Z. (ed)., (2000), Coral Bleaching: Causes, Consequences and Response, Coastal Resources Center, University of Rhode Island, Narragansett, RI, USA, 102 pp. (924 kb).

    January 9th, 2010

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia - Permen No. PER.02/MEN/2009, tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan.

    December 15th, 2009

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Tentang Kawasan Konservasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil - Nomor PER.17/MEN/2008

    November 6th, 2009

    C HITIPEUW - 2003

    Download

    October 4th, 2009

    Latest Data Entry

    join

    Bastianos.com